School of Grooming Lengkapi Pendidikan di Rumah Perubahan, Bantu Anak Muda Bersiap Sukses

January 30, 2024 Pendidikan
Peluncuran School of Grooming di Rumah Perubahan Jakarta Escape, Sabtu (27/1) dihadiri Prof Rhenald Kasali, Menhub Budi Karya, CEO Guru Grooming Yulie Hartanto dan Gaby Hartanto. (Foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta – Sukses tidak didapat dalam sekejap. Perlu proses untuk mencapainya. Mempersiapkan diri untuk mencapai kesuksesan adalah bagian dari proses.

Rumah Perubahan yang didirikan oleh Prof Rhenald Kasali berkolaborasi dengan Guru Grooming meluncurkan program School of Grooming untuk membantu individu mempersiapkan diri mencapai kesuksesan dengan lebih optimal. Program ini merupakan satu dari enam program pengembangan diri yang digagas oleh Rumah Perubahan di 2024.

Bekal ilmu grooming, menurut Prof Rhenald Kasali sangat penting bagi diri seseorang maupun lembaga. Terlebih pada era modern dimana penerimaan manusia terhadap sesama mengalami dinamika.

“Saat ini kita tidak hanya dituntut untuk memiliki mindset yang kuat, tetapi juga penerimaan diri dari orang sekitar. Jadi, kita tidak hanya apa yang ada dalam diri kita tetapi juga menempatkan diri. Bukan karena pakaian yang mahal dan berlebihan, tapi yang pas dan sesuai,” tutur Rhenald di Rumah Perubahan Jakarta Escape, Sabtu (27/1).

Grooming, sebut Prof Rhenald, tak ubahnya bumbu pada sayuran yang akan meningkatkan cita rasa, pelengkap yang akan membuat seseorang tampil paripurna.

“Grooming adalah pelengkap. Kalau tidak ada pelengkap sama seperti kita makan sayuran tidak ada rasanya. Grooming adalah mengenai flavor, membuat sesuatu menjadi lebih indah,” imbuhnya.

School of Grooming merupakan satu dari enam program pengembangan diri yang dihadirkan oleh Rumah Perubahan di 2024. Kelima program lainnya yakni School of Leadership, School of Sustainability, School of Data & Digital Analytics, School of Digital Marketing, dan School of Politics melengkapi skena pelatihan di lembaga tersebut.

Grooming adalah Mempersiapkan Diri

Pendiri Guru Grooming Yulie Hartanto menjelaskan, grooming tak terbatas hanya pada memastikan diri berpenampilan baik, melainkan secara luas dapat diartikan sebagai “mempersiapkan diri”.

“Grooming artinya mempersiapkan untuk objektif yang khusus,” ucap Yulie.

Objektif yang dimaksud bisa berupa jabatan, posisi dalam karier, hingga status sosial berdasarkan standar yang berlaku. Menariknya, dalam kelas School of Grooming tidak hanya diberikan rangkaian materi melainkan juga praktik grooming. Adapun materi yang disajikan mencakup pengembangan kepribadian dan kepercayaan diri, body grooming, table manner, leadership, personal branding, human interaction, presentation skills, hingga dress for success.

“Kami akan lebih banyak praktik dan lebih banyak contoh,” ungkap Yulie.

Yulie mengatakan, siapa pun bisa belajar dari School of Grooming, baik pria maupun wanita dengan berbagai usia dan latar belakang. Untuk para profesional, grooming bermanfaat membantu mereka tampil lebih percaya diri dan kompeten di tempat kerja. Sedang bagi Ibu Rumah Tangga, grooming penting dalam membantu ibu tampil percaya diri dan mendukung tumbuh kembang anak-anaknya.

Diharapkan, ilmu yang diberikan dalam kelas School of Grooming dapat membantu individu, khususnya generasi muda, menjadi manusia dengan paket komplet 3B–brain, beauty, behavior, memiliki citra diri positif dan kepercayaan diri yang kuat.

Menhub Budi Karya Apresiasi Kehadiran School of Grooming

Turut hadir dalam peluncuran School of Grooming Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengapresiasi progam tersebut sebagai bentuk penyegaran pola pikir bagi anak-anak muda di Indonesia.

“Saya menghargai kerja sama Rumah Perubahan dengan Guru Grooming ini, karena akan memberikan tema-tema yang sangat substansial sebenarnya bagi anak-anak muda, mereka yang berkarier, yang bisa mengubah mindset mereka,” ucap Budi Karya.

Budi mengatakan, pusat pengembangan pendidikan serupa itu sangat penting, terlebih Indonesia akan menghadapi bonus demografi.

“Kita memiliki 270 juta penduduk di Tanah Air. Apalagi di tahun 2045, kita akan menjadi negara besar, sehingga perlu mengawali bonus demografi ini dengan baik, terutama dalam aspek Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Budi menambahkan, kepintaran saja tidak cukup bagi masyarakat, perlu ada soft skill lain sebagai penunjang. “Menurut saya, keberadaan lembaga seperti School of Grooming ini sangat baik dan dapat menjadi contoh bagi dunia edukasi yang sejatinya butuh improvement dalam hal perubahan mindset, appearance, dan behavior.”

Author :
RELATED POSTS